![]() |
PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU PROSES
TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR PENDIDIKAN
DOSEN:Drs.M.KANZUNUDDIN,M.Pd.
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK:9
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
TAHUN 2010
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala hidayah-Nya penulis berhasil mengemban tugas yang diberikan Dosen pengampu mata kuliah Pengantar Pendidikan untuk menyelesaikan penulisan makalah tentang Pendidikan sebagai suatu proses.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.Semoga selalu mendapat balasan dari Yang Kuasa.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu kami mohon bagi para pembaca untuk menyampaikan masukan pada penulis untuk memperbaiki karya-karya selanjutnya.
Akhirnya ucapan mohon maaf dan terima kasih atas semua pihak atas segala kekurangan dan bantuan yang diberikan.
Kudus,15Oktober 2010
Penulis
Daftar Isi
Cover
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II.PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU PROSES
2.1 Pengertian Standar Proses Pendidikan
2.2 Definisi Ilmu Pendidikan
2.3Unsur-unsur Pendidikan
2.4 Proses Pendidikan
2.5 Faktor-faktor Pendidkan
2.6 Pergaulan dan Jenis-jenisnya
2.7 Kewibawaan dalam Proses
BAB III.PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2.Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
.Proses pendidikan merupakan kegiatan sosial /pergaulan antara pendidik dengan peserta didik dengan menggunakan isi/materi pendidikan, metode,alat pendidikan tertentu yang berlangsung dalam suatu lingkungan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.Hal tersebut memacu kami untuk menguraikan bagaimana proses pendidikan yang baik.Sebagai generasi muda calon guru-guru SD tentu menjadi tantangan tentang bagaimana nanti kita melakukan pengelolaan system proses pendidikan yang baik untuk anak didik kita.Pendidikan merupakan proses bagi anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman sebagai pembelajaran dimasa-masa yang akan datang.Tentu kita harus memberikan dasar-dasar yang baik karena pengalaman tersebut akan mereka bawa sampai akhir hayat nanti.Dengan proses awal yang baik maka akan mendapat hasil yang baik pula.
1.2 Rumusan Masalah
-Bagaimanakah proses pendidikan yang baik?
1.3 Tujuan
Penyusunan makalah ini sebagai pemenuhan tugas Pengantar Pendidikan dari Dosen mata kuliah Pengantar Pendidikan beliau Bapak Drs.Moh.Kannzunudin,M.Pd..
Adapun tujuan lain dari pembahasan ini antara lain:
-mengetahui bagaimana proses pendidikan itu
-mengetahui arti pendidikan dan faktor-faktor dalam pendidikan
-memahami tentang apa yang harus dilakukan guru yang baik untuk anak didiknya
BAB II
PENDIDIKAN
SEBAGAI SUATU PROSES
2.1 Pengertian Standar Proses Pendidikan
Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.(Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 Bab 1 Pasal1 ayat 6)
Dari pengertian diatas ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi. Pertama, standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan,yang berarti standar proses pendidikan dimaksud berlaku untuk setiap lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan tertentu dimanapun lembaga itu berada.Dengan demikian, seluruh sekolah seharusnya melakukan proses pembelajaran seperti yang dirumuskan dalam standar proses pendidikan ini.
Kedua,standar proses pendidikan berkaian dengan pelaksanaan pembelajaran,yang berarti dalam standar proses pendidikan berisi tentang bagaimana seharusnya proses pembelajaran berlangsung.Standar proses pendidikan dimaksud dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam pengelolaan pembelajaran.Sering orang menghubungkan tidak meratanya kualitas pendidikan disebabkan kualitas proses pembelajaran yang tidak sama.Misalnya,sekolah-sekolah yang ada diperkotaan tentu tidak sama dengan yang ada di desa.Sekolah yang ada di kota dengan mendapat dukungan orang tua dan masyarakat dengan sarana dan prasarana yang baik akan memiliki kualitas pembelajaran yang baik dibandingkan sekolah yang ada di pedesaan dengan sarana prasarana yang terbatas walaupun sebagian juga ada yang mampu mengimbangi sekolah kota.Oleh karena itu dengan adanya standar proses pendidikan,setiap sekolah harus mengacu pada standar tersebut.Tentu saja dengan penetapan standar tersebut akan memiliki konsekuensi terhadap berbagai kebijakan dalam pengelolaan pendidikan seperti pemerintah perlu menetapkan standar proses,baik itu menyangkut standar pembiayaan, standar sarana, maupun standar guru atau tenaga pendidik lainnya.
Ketiga, standar proses diarahkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.Dengan demikian standar kompetensi lulusan merupakan sumber atau rujukan utama dalam menentukan standar proses pendidikan.Karena itu sebenarnya standar proses pendidikan dapat dirumuskan dan diterapkan manakala telah tersusun standar kompetensi lulusan.
Lemahnya proses pembelajaran yang dikembangkan guru dewasa ini seperti yang dijelaskan diatas merupakan salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita.Proses pembelajaran di kelas dilaksanakan sesuai kemampuan dan selera guru.Padahal pada kenyataannya kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran tidak merata sesuai pendidikan guru serta motivasi dan kecintaan mereka pada profesinya.Ada guru yang dalam pengelolaan pembelajaran dilaksanakan dengan sungguh-sungguh melalui perencanaan yang matang dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dan memperhatikan taraf perkembangan intelektual dan perkembangan psikologi anak.Guru yang demikian akan dapat menghasilkan kualitas lulusan yang lebih tinggi dibanding dengan guru yang dalam pengelolaan pembelajarannya semaunya tanpa mempertimbankan berbagai faktor yang bisa mempengarui keberhasilan pembelajaran.Dalam rangka inilah standar proses pembelajaran dikembangkan.Melalui standar tersebut setiap guru dapat mengembangkan proses pembelajarannya sesuai rambu-rambu yang ditentukan.
2.2 Definisi Ilmu Pendidikan
Ilmu pendidikan temasuk ilmu pengetahuan empiris karena obyeknya adalah situasi pendidikan yang terdapat pada dunia pengalaman.Ilmu pendidikan adalah suatu ilmu yang berdiri sendiri yang memenuhi sifat-sifat ilmiah dari ilmu pengetahuan.Salah satu ilmu yang erat hubungannya dengan ilmu pendidikan adalah sejarah pendidikanSejarah pendidikan berisi tentang uraian-uraian yang terakhir mengenai sistem-sistem kependidikan sepanjang zaman dengan mengingat latar belakang kebudayaan yang sangat berpengaruh pada waktu itu.Ilmu pendidikan yang mempelajari suasana dan proses-proses pendidikan didalam dunia pengalaman hendaklah memberi pengertian kepada pendidik yang memungkinkan membuat dan menyusun hipotesis yang dapat membimbing dan mengarahkan cara-cara pendidikan.
2.3 Unsur-Unsur Pendidikan
Unsur-unsur pendidikan antra lain:
1.Tujuan pendidikan ,sebagai pemberi arah bagi semua kegiatan dalam proses pendidikan.
2.Pendidik, membantu merumuskan tujuan pendidikan,menciptakan situasi dan kondisi lingkungan yang kondusif bagi anak didik untuk belajar, memfasilitasi anak didik untuk mendapat materi pendidikan serta menyelenggarakan proses pendidikan.
3.Anak didik atau peserta didik, untuk mendidik diri/belajar
4.Isi atau materi pendidikan, sebagai apa yang harus dipelajari anak didik
5.Metode atau alat pendidikan, sebagai cara untuk memperlancar proses pendidikan
6.Lingkungan pendidikan, tempat berlangsungnya proses belajar
2.4 Proses Pendidikan
Proses pendidikan merupakan kegiatan sosial /pergaulan antara pendidik dengan peserta didik dengan menggunakan isi/materi pendidikan, metode,alat pendidikan tertentu yang berlangsung dalam suatu lingkungan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Proses pendidikan adalah suatu proses yag akan ditanamkan pada anak meliputi nilai,norma,individualitas,pluralitas,liberalitas dan novalitas yang berarti menghormati atas perbedaan individu manusia,keberagaman,kenyataandan kebenaran,kebebasan pribadi,dan kreatifitas untuk menciptakan hal yang baru.Tujuan pendidikan yang sesuai dengan konsep rumus pendidikan adalah menciptakan kebenaran dan kenyataan baru yang berbeda-beda secara bebas dalam masyarakat majemuk yang menghormati perbedaan individualitas manusia.
Pendidikan adalah proses dimana seseorang diberi kesempatan menyesuaikan diri terhadap aspek-aspek kehidupan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan modern untuk mempersiapkan agar berhasil dalam kehidupan orang dewasa.Proses yang diawali dengan kegiatan mengantarkan seseorang mengadakan perubahan penyesuaian terhadap lingkungan yang ada sangkut pautnya dengan kehidupan modern.Aspek-aspek kehidupan yang klasik tradisional harus dilempar jauh dari horizon pemikiran dan perhatiannya.Suatu konsep pendidikan yang lebih berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang,sehingga dapat di kategorikan pola sikap mental yang menghormati tradisi sosial masyarakat.
Proses pendidikan tidak boleh disamakan dengan proses reaksi kimiawi, atau proses produksi yang bersifat mekanistik.Karena baik pendidik maupun peserta didik yang terlibat dalam pendidikan pada hakikatnya adalah pribadi(subyek).Sebagai pribadi, setiap peserta didik tentu mempunyai bakatnya masing-masing,ingin menjadi dirinya sendiri atas dasar pilihannya sendiri.Pendidik tidak boleh memandang dan memperlakukan peserta didik sebagai obyek yang seolah-olah dapat dibentuk sesuka hatinya.
Kehidupan dan manusia yang terbuka adalah kehidupan dan manusia yang bersedia menerima pengaruh dari dunia luar, siap berkomunikasi dengan kemungkinan terjadinya pertukaran alternatif-alternatif pola pemikiran dan tingkah laku perbuatan .Pola pemikiran dan tingkah laku yang terbuka ini didasarkan pada pandangan relatifitas kebudayaan, pluralitas atau keragaman kebenaran dan kenyataan.Sebaliknya masyarakat dan manusia yang bersikap tertutup ditandai dengan penolakan hukum kemungkinan ketiga dan hanya hukum benar salah yang dijadikan pedoman dalam menentukan kebenaran tentang kenyataan, baik tentang kebudayaan, pola pemikiran dan tingkah laku perbuatan.Manusia dewasa modern sebagai tujuan pendidikan adalah seorang pribadi terbuka, yang mampu mengambil keputusan sendiri dalam tingkah lakunya serta berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang.Kehidupan modern sendiri adalah suatu perwujudan dan sikap mental modern dan sesuai pula dengan pendidikan yang normatif.Kehidupan dan masyaraka modern adalah suatu pola kehidupan sosial yang menghormati nilai sikap keterbukaan, individualitas,dan progesifitas berhadapan dengan pola kehidupan sosial tradisional dengan ciri tertutup.
2.5 Faktor-faktor Pendidikan
Kapan terjadi peristiwa-peristiwa pendidikan??
1)Lingkungan keluarga
Didalam keluargalah anak didik mulai mengenal hidupnya.Pengaruh keluarga besar sekali atas pertumbuhan anak.Baik kejasmanian maupun kerohanian anak telah ditentukan oleh faktor keturunan yang didukung keluarganya.Lingkungan keluarga merasa bertanggung jawab atas kelakuan pembentukan watak kesehatan jasmani dan lain-lain.Suasana didalam keluarga merupakan yang diliputi rasa cinta dan simpati yang sewajarnya,suasanaaman,tentram,dan saling percaya mempercayai.
Ada tiga macam kepemimpinan pendidikan didalam keluarga:
a)Kepemimpinan pendidikan yang otoriter
contohnya:apabila semua kekuasaan ada pada orang tua.Anak tidak mempunyai hak mengemukakan pendapat.Anak dianggap sebagai anak kecil terus-enerus.Semuanya ditentukan oleh orang tuanya.Akibatnya anak menjadi penakut, ragu-ragu, gugup, kurang inisiatif.
b)Kepemimpinan pendidikan yang Liberal
contohnya:pemimipin didalam keluarga tidak begitu tegas.Orang tua memberi kebebasan pada anakya,tak berwibawa dan agak liar.Anak merasa tak mempunyai pegangan sehingga mereka bertindak sekehendaknya sendiri.Hal yang demikian mempunyai pengaruh yang negatif pada anak, selalu berekspresi bebas, tak dapat bekerja sama dengan orang lain,selalu mengalami kegagalan karena tak ada bimbingan.
c)Kepemimpinan pendidikan yang Demokrasi
contohnya:keluarga ini memandang anak sebagai individu yang sedang berkembang.Jadi perlu kewibawaan bukan kekuasaan otoriter.Pemimpin disesuaikan taraf perkembangan anak dengan cita-citanya.Akibatnya anak mempunyai sifat terbuka dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain, percaya pada diri sendiri, penuh tanggung jawab, mudah menyesuaikan diri.
2)Lingkungan Sekolah
Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan pada pihak sekolah.Pemikul tanggung jawab adalah guru.Di sekolah diajari kebiasan-kebiasaan yang baik, serta menanam budi pekerti yang baik.Di sekolah juga diberikan pendidikan untuk kehidupan didalam masyarakat yang sukar diberikan di rumah.Di sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, memilih dan menghormati agamanya masing-masing, dan lain-lain.
3)Lingkungan Masyarakat
Untuk menyiapkan tugas pemimpin masyarakat pendidikan tidak terbatas pada sekolah saja, anak harus mengalami dan berbuat didalam masyarakat.Anak sebaiknya diberi kesempatan untuk menangkap kenyataan-kenyataan dalam masyarakat.Anak-anak harus dipimpin bergaul dan memperoleh pengalaman didalam masyarakat.
2.6 Pergaulan dan Jenis-jenisnya
Manusia adalah makhluk sosial, ia hidup bersama dan bergaul dengan sesamanya sehingga terjadi proses saling mempengaruhi antara manusia yang satu terhadap manusia lainnya, dalam rangka mencapai suatu tujuan.Pergaulan dibedakan menjadi tiga jenis:
1)Pergaulan orang dewasa dengan orang dewasa
2)Pergaulan orang dewasa dengan anak atau orang yang belum dewasa
3)Pergaulan anak dengan baik
Dalam pergaulan antara orang dewasa dengan anak, tidak setiap pengaruh orang dewasa yang diberikan kepada anak adalah mendidik.Pengaruh orang dewasa pada anak dikatakan mendidik jika pengaruh yang secara sengaja diberikan pada anak didik tersebut bertujuan positif, artinya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri atau terarah pada pendewasaan anak didik.
Laveengeld,mengemukakan 2 ciri(karakteristik) pergaulan yang mengandung situasi pendidikan dalam rangka proses pendidikan, yaitu
a)Bahwa dalam pergaulan orang berusaha mempengaruhi
b)Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa(atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, peraturan, pola hidup sehari-hari,dsb) yang ditujukan pada anak agar mencapai kedewasaan.
Sifat sifat yang harus diperhatikan dalam mengubah situasi pergaulan biasa menjadi suatu pendidikan adalah
1.kewajaran
Pengubahan situasi pergaulan biasa menjadi pendidikan hendaknya dilakukan secara wajar agar tidak tampak jelas kesengajaannya oleh anak didik,sekalipun pengubahan situasi pergaulan itu secara sengaja diciptakan oleh pendidk.Dalam keadaan seperti ini anak akan hampir tidak menyadari bahwa situasi pergaulan telah berubah menjadi situasi pendidikan sehingga anak menerima pengaruh pendidikan sebagai sesuatu yang wajar pula.Pengubahan situasi pergaulan biasa menjadi situasi pendidikan secara wajar ini perlu dilakukan mengingat pengalaman membuktikan bahwa kesengajaan yang terlalu nyata biasanya dianggap oleh anak didik sebagai pelanggaran atas hak dan kebebasannya untuk menentukan sikapnya sendiri.Keadaan seperti ini akan mengakibatkan anak didik memberikan perlawanan, protes atau menjauhkan diri dari pendidik.
2.Ketegasan
Dalam keadaan tertentu pengubahan situasi pergaulan biasa menjadi situasi pendidikan harus dilakukan secara tegas.Alasannya agar pengubahan situasi seperti ini dapat memberikan kejelasan bagi anak didik tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukannya.
2.7 Kewibawaan dalam proses Pendidikan
Pergaulan antara orang dewasa dengan anak atau orang belum dewasa mengandung kemungkinan untuk memunculkan situasi pendidikan.Sebaliknya dalam pergaulan antara anak dengan anak(orang yangbelum dewasa dengan orang yang belum dewasa) tidak mengandung kemungkinan untuk munculnya situasi pendidikan sehingga tidak mungkin terjadi proses pendidikan.Hal ini bukan berarti bahwa pergaulan mereka tidak mengandung pengaruh bagi perkembangan pribadi masing-masing anak yang bergaul, melainkan bahwa dalam pergaulan mereka tidak akan terdapat hubungan berdasarkan kewibawaan.
Kewibawaan(kewibawaan pendidikan) adalah suatu kekuatan atau kelebihan pribadi pendidik yang diakui dan diterima secara sadar dan tulus oleh anak didik sehingga anak didik dengan kebebasannya mau menuruti pendidik.
Kewibawaan pendidik akan ditentuka oleh beberapa faktor antara lain:
1.Kasih sayang terhadap anak
2.Kepercayaan bahwa anak akan mampu dewasa
3.Kedewasaan
4.Identifikasi pada anak
5.Tanggung jawab pendidikan
Pendidik yang memiliki kasih sayang pada anak didiknya tentunya akan selalu berupaya menjaga, melindungi, membimbing, mengajari, melatih, membantu atau member segala sesuatu yang terbaik untuk anak didiknya.Atas dasar kasih sayang itu pendidik akan rela berkorban demi kepentingan anak didiknya sekalipun tanpa “imbalan”.Sebaliknya apabila motif pendidik bukan atas dasar kasih sayang, misalnya karena gaji atau imbalannya lainnya maka apabila imbalan tersebut kurang maka pendidik cenderung akan kurang atau tidak akan memberikan bimbingan dan tindakan-tindakan demi kepentingan anak.
Pendidik harus yakin bahwa anak didiknya akan mampu mencapai kedewasaannya.Kepercayaan ini akan memberi dorongan, keberanian keyakinan dan keinginan pada diri anak untuk berusaha agar menjadi dewasa.Oleh karena itu kasih sayangnya, pendidik akan melindungi, membantu, tindakan-tindakan lainnya demi anak di diknya.Namun pendidik pun percaya bahwa anak akan mampu berdiri sendiri(dewasa) maka pendidik juga memberi kesempatan kepada anak untuk mandiri, untuk belajar melindungi dan membantu dirinya sendiri.
Pendidik seharusnya adalah orang dewasa.Artinya orang yang mampu menentukan diri atas tanggun jawab sendiri dan turut serta secara konstruktif dalam kehidupan masyarakat.Kedewasaan ini merupakan 2 bentuk arti yaitu
a.individu artinya bahwa orang dewasa itu telah menjadi manusia tertentu
b.sebagai kesatuan nilai-nilai dan norma-norma yang diidentifikasikan oleh manusia tertentu tadi.
Mengidentifikasi diri terhadap anak didik berarti pendidik harus bertindak dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai karakteristik anak, kepentingan anak keselamatan dan kebahagiaan anak.Oleh karena itu pendidik melakukan segala tindakan pendidikan bukan atas dasar kemampuan berfikir pendidik, melainkan demi anak didik.Karena itu pendidik hendaknya mewakili kata hati dan penyelenggara kepentingan anak dan pendidik berlangsung tanggung jawab atas pendidikan anak.Ada dua kemungkinan sifat penurutan anak kepada pendidik,yaitu
1. kepenurutan pasif: Kepenurutan pasif biasanya terjadi pada anak yang belum paham akan nilai-nilai dan norma-norma
2. kepenurutan aktif:kepenurutan anak dalam hal kewibawaan itu harus makin terlepas dengan pribadi pendidik dan makin lama makin diarahkan pada kepenurutan nilai-nilai dan norma-norma.
Tidak ada yang bisa menggantikan peran pendidikan dalam proses pencerahan hidup manusia.Dengan pendidikan manusia akan terangkat sehingga SDM mapan dan berkualitas.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Berdasar Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Oleh karena itu setiap lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan tertentu dimanapun lembaga itu berada harus memiliki proses pendidikan yang baik, standar proses pendidikan, proses yang diarahkan pada kompetensi.Yang terjadi sekarang sebagian besar guru memberikan pengajaran sesuai selera guru masing-masing. Melalui standar proses pendidikan setiap guru dapat mengembangkan proses pembelajarannya sesuai rambu-rambu yang ditentukan
Ada enam unsur dalam pendidikan yaitu tujuan pendidikan ,pendidik, anak didik, materi pendidikan, metode pengajaran,ingkungan pendidikan.Jadi, Proses pendidikan merupakan kegiatan sosial /pergaulan antara pendidik dengan peserta didik dengan menggunakan isi/materi pendidikan, metode,alat pendidikan tertentu yang berlangsung dalam suatu lingkungan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.Dalam proses pendidikan factor-faktor yang sangat berpengaruh ialah keluarga,lingkungan sekolah,lingkungan masyarakat.
3.2 Saran
Penulis dalam mengerjakan makalah ini tentu banyak kekurangan dan kesalahan karena keterbatasan pengetahuan penulis.Oleh karena itu saran dari pembaca makalah ini sangat penulis perlukan sebagai referensi penulis untuk pembuatan makalah yang selanjutnya.
Daftar Pustaka
Sutari.1982.Identifikasi dan Peristiwa Kependidikan.Yogyakara:Penyalur Tunggal
TIM DOSEN FIP IKIP MALANG.(…..).PENGANTAR DASAR PENDIDIKAN.Surabaya:usaha Nasional
Wahyudin,Dinn.dkk.2008.Pengantar Pendidikan.Jakarta:Universitas Terbuka
www.hariansumutpos.com/2010/06/49733/pendidikan-sebagai-proses-pencerahan-1.htnl

Tidak ada komentar:
Posting Komentar